Tentang D.O.P
D.O.P atau Director of Photography adalah seorang seniman yang melukis dengan cahaya. Dia harus familiar dengan komposisi dan semua aspek teknik pengendalian kamera dan biasanya dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan teknis yang muncul selama perekaman film. D.O.P sangat jarang mengoperasikan kamera. Kerja D.O.P sangat dekat dengan sutradara untuk mengarahkan teknik pencahayaan dan jangkauan kamera untuk setiap pengambilan gambar. “Itu adalah salah satu alasan utama kita untuk berusaha mendapatkan uang untuk menjadi entertain. Karena jika bukan untuk bakat dan pengetahuan sinematografer tidak ada jalan untuk membuat dunia kata-kata penulis kedalam gambar yang bisa dilihat oleh semua orang” demikian kata Sinematografer Michael Benson.Bekerja Dengan Sutradara
Banyak orang berpikir bahwa sutradara mengatur seorang aktor apa yang harus dia lakukan dan D.O.P mengambil gambar. Ini benar, tetapi ada banyak lagi proses selain hal tersebut. Perubahan dari script ke dalam layar lebar adalah melalui lensa seorang D.O.P. Pembuatan film adalah bekerja bersama dengan apa yang ada disana, dan memfilter apa yang ada disini melalui suatu alat yang disebut kamera. Sampai frame pertama digunakan, ini hanyalah sebuah kontrak, ide, konsep, script dan harapan.
Sinematografi tidaklah hanya melihat melalui kamera dan mengambil gambar. Namun tentu saja memerlukan mata yang tajam dan imaginasi yang kreatif. Ini juga memerlukan pengetahuan tentang kimia dan fisika, persepsi sensor yang tepat dan tetap fokus kepada detail. Hampir dari semua itu memerlukan kemampuan untuk memimpin dan juga mendengar, untuk menjadi bagian dari tim kreatif dan proses, dapat dengan memberikan saran yang membangun dan kritis. Sinematografer memerlukan waktu yang panjang dalam pekerjaannya dan memerlukan pengamat, waktu yang pendek untuk masuk ke dunia yang baru
Bekerja dengan Sutradara
Tanggung jawab utama dari D.O.P adalah untuk menciptakan jiwa dan perasaan dalam gambar dengan pencahayaan mereka. Tergantung kepada gaya sutradara, anda dapat memutuskan untuk memilih penampilan film anda sendiri, atau, biasanya setelah meeting dengan sutradara dan biasanya dilakukan bagian artistik yang anda pilih untuk mengatur teknik pencahayaan yang sesuai. Atau sutradara memiliki ide sendiri seperti apa bentuk film ini dan ini akan menjadi tugas D.O.P untuk memenuhi keinginan ini. Semua jalan kerja yang berbeda-beda ini hanyalah panduan yang menyenangkan dalam usaha untuk memenuhi harapan sutradara dan memberikan apa yang dia inginkan dan semoga memberikan kebanggaan dan kesetiaan seorang sutradara.
Sutradara dan sinematografer seharusnya secara konstan berdiskusi tentang angle kamera, warna, pencahayaan, blocking dan pergerakan kamera. Sutradara tahu apa yang dia inginkan. Bagaimana dia mengerjakan ini biasanya tergantung kepada sinematografer. Sinematografer menawarkan ide dan menerima penolakan. Sutradara adalah kapten dari kapal. Seberapa banyak atau sebatas mana kolaborasi yang dia inginkan adalah keputusannya
Sinematografer Darius Khondji mengatakan ”Saya melihat pekerjaan saya adalah untuk membantu director dalam memvisualisasikan film. Ini akan menjadi proses yang terus-menerus, ada banyak hubungan dengan sutradarara tidak hanya sebatas profesional, sering kali menjadi teman dekat dalam kolaborasi kami. “
“Sebagai seorang manager, saya mempelajari banyak hal tentang bagaimana mengatur orang. Saya belajar bagaimana merencanakan dan apa peran penting sebuah tim. Saya belajar cara menangani lokasi, bekerja sebagai AD, mengendarai mobil, dan sebagian pertunjukan, bahkan sebagai pemegang kunci. Semua posisi adalah pelajaran yang tidak ternilai,” kata Neil Roach.
Salah satu pelajaran terpenting yang telah dipelajari Neil Roach sepanjang karirnya tentang pembuatan film adalah mengenai kolaborasi. “Saat anda bekerja dengan sutradara yang tepat, anda dapat menghasilkan kerja yang menakjubkan” Dia berkata, “Tidak menjadi masalah dengan sutradara, yang harus anda lakukan adalah anda bekerja yang terbaik. Karena tugas alami seorang kameramen adalah selalu berkata ‘tidak’. Tidak, anda menginginkan terlalu banyak cahaya. Atau ‘tidak’ anda tidak dapat melakukan ini dan itu. Dalam hati, saya selalu menggambarkan ini untuk menyenangkan diri saya sendiri, dan memperoleh apa yang saya inginkan pada waktu yang sama, memberikan pegawai apapun yang mereka inginkan.”
Sebagai seorang kepala departemen senior, D.O.P diharapkan dapat menjadi contoh keseluruhan unit. Sering kali hanya individu dari sinematografer yang bekerja sebatas kualitas fotografi saja. Ketepatan waktu, perilaku kru, pakaian, kesopanan semua menjadi satu, setidaknya bagian dari D.O.P sehingga mereka menetapkan standar profesional untuk setiap kru. D.O.P bertangung jawab untuk semua hal yang berkaitan dengan fotografi pencahayaan film , exposure, komposisi, kebersihan, dll, yang semua itu adalah tanggung jawab mereka
“Operator kamera memainkan peran yang terpenting dalam membuat film dengan sutradara. Seorang operator pemula akan tidak percaya diri dengan sutradara. Ada segitiga sutradara, kamera (dan operator) , serta aktor” Michael Benson menjelaskan “Saat segitiga tersebut rusak, jalur komunikasi juga akan rusak. Ini dapat menjadi berbagai bentuk, tetapi segitiga tersebut adalah hal terpenting dari film dan pencerita dapat berafiliasi dengan ini. Operator adalah orang yang tahu jika suatu pengambilan sudah fokus. Saat ini ada suatu kesalahan bahwa teknologi dapat membetulkannya. Tetapi jika pengambilan tidak fokus, tidak ada teknologi yang dapat merubah supaya fokus”
Grip
Grip bertanggung jawab pada dolly track dan semua gerakan yang dilakukannya. Dia juga bertanggung jawab untuk memindahkan tripod untuk setup selanjutnya: focus puller biasanya bersama dengan kamera. Salah satu hal terpenting adalah kamera tidak boleh dipindahkan saat dia masih berada di tripod. Grip juga bertanggung jawab terhadap gedung, atau mengatur gedung, mengawasi gedung, setiap konstruksi yang diperlukan untuk mendukung jalur atau pergerakan kereta supaya bisa berjalan. Tingkat dan kerataan kerja dorongan track adalah kunci sukses pengambilan gambar. Perawatan jalur dolly dan peralatannya adalah tugas grip. Mereka akan sering membangun atau membuat beberapa hal kecil untuk memperbaiki kamera di hampir setiap objek
Gaffer
Gaffer adalah seorang kepada elektrik dan akan bekerja langsung dengan D.O.P. Beberapa D.O.P akan menentukan bentuknya dan pintu gudang dan yang tidak dia inginkan- ini tergantung kepada bagaimana mereka ingin bekerja bersama, Sering D.O.P akan dekat dengan gaffer daripada anggota kru lain. Mereka sangat vital untuk kesuksesannya
Sejak pertama kali sinematografer Ward Russell “naik“ menjadi Director Photography, dia memberikan nasihat kepada gaffernya “Saya selalu memberitahukan kamu bahwa kamu dapat belajar dari bayangan daripada dengan melihat cahaya Anda dapat mengatakan arah, kelembutan, intensitas, dan perbandingan kepada bayangan. Bayangan memberikan kamu kontras dan kontras yang memberikan kamu bentuk dan drama. Exposure saya selalu sesuai, tidak lebih, seberapa detail saya ingin melihat dalam bayangan sama dengan seberapa terang saya ingin dari cahaya. Untuk saya, sekali anda memiliki titik yang tepat untuk cahaya, proses kreatifnya adalah seberapa banyak cahaya yang dapat anda ambil“
Kamera Film
Manusia telah dibohongi oleh film selama berabad-abad. Salah satu alasannya adalah oleh satu peralatan kecil sederhana (yang juga merupakan peralatan dasar sinematografer), kamera film, untuk merekam langsung dari imaginasi kita. Hal pokok dari kamera film adalah beberapa kotak, salah satunya dengan lensa di depan dan mekanisme yang dapat ditarik sesuai dengan lama film setidaknya enam belas kali setiap detik
Hal lainnya memiliki panjang yang sesuai untuk mekanisme film, dengan ruang yang tersisa untuk mengambil gambar setelah exposure. Saat gambar-gambar dari alat ini diproyeksikan oleh mekanisme yang sesuai, mereka memberikan representasi dari scene asli dengan semua pergerakannya yang ada didalamnya untuk ditampilkan dengan benar.
Bagian mesin yang sangat tepat ini memiliki sejumlah fungsi, yang masing-masing memerlukan pemahaman dan perawatan, dari kamera untuk tetap menghasilkan yang terbaik dan konsisten. Seorang kameramen pemula harus mencoba untuk familiar dengan itu semua dan nyaman dengan pengoperasian kamera, sehingga dia dapat berkonsentrasi untuk aspek kreatif dari cinematography. Pergerakan mekanisme film adalah berbeda dengan kamera saat hanya sebagai sebuah kamera. Ilusi dari pergerakan gambar diciptakan oleh pergantian fotografi yang cepat
Menghasilkan gambar yang bergerak cepat dengan panjang tertentu dari gambar yang ada adalah yang menjadi perhatian dari pandangan manusia. Jika gambar dipancarkan ke retina, mata manusia akan melihat gambar, singkatnya, secara keseluruhan dan seterusnya, untuk periode yang singkat, gambar akan tetap berada di dalam manusia saat menjadi redup atau menghilang.
Jika gambar kedua ditembakkan ke retina manusia akan dapat melihat dua gambar yang berkelanjutan tanpa ada sorotan yang pertama.. Proses flashing gambar yang berkelanjutan ini akan membuat otak menganggap tidak ada jarak antara dua gambar tersebut dan pergerakannya lembut. Laju flashing gambar ke mata adalah sepuluh flash setiap detiknya, dalam laju ini efek kedip akan tidak terasa. Hanya di sekitar enam belas atau delapan belas gambar baru per detik yang menyebabkan pergerakan dianggap sebagai suatu pergerakan yang dapat diterima dan efek kedip dapat dikurangi sampai ke titik yang dapat diabaikan.
Seiring pergantian abad, laju frame menjadi 18 frame per detik (fps) menjadi sesuatu yang umum. Saat ini baik kamera dan proyektor masih dengan tuas tangan dan memiliki kecepatan 2 putaran per detik yang akan menghasilkan laju frame, yang sangat nyaman.
Apakah HDSLR Itu ...?
Beberapa waktu lalu produsen kamera foto raksasa Nikon merilis D90, DSLR dengan fitur tambahan: HD untuk merekam video. Seketika itu juga mengguncang dunia fotografi digital dan video. Yang memungkinkan fotografer bisa merekam video kualitas tinggi dan videografer bisa mendapatkan tampilan gambar berformat bioskop. Sebuah kategori baru kamera lahir yaiyu : HDSLR HDSLR benar-benar revolusioner. sensor besar mereka mampu menangkap cahaya lebih baik daripada camcorder prosumer. lensa SLR lebih tajam dan lebih fleksibel daripada lensa kamera video sekalipun . HDSLR mampu menghasilkan gambar yang jelas, kontras yang tinggi, dan saturasi warna yang jelas.
HDSLR menjanjikan sebuah perpaduan utama antara fotografi dan videografi diharapkan menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru untuk sejumlah eksperimen dan seorang fotografer / videografer membutuhkan banyak peralatan, keahlian, dan kesabaran untuk menghasilkan gambar dari sebuah alat yang sebetulnya tidak dirancang untuk perekaman video ini, tapi bukan berarti seorang profesional dan amatir yang kreatif tidak mampu menghasilkan gambar yang.bagus.
Walaupun kamera ini mampu menghasilkan gambar yang fantastis tapi sebetulnya banyak sekali kekurangannya terutama jika diaplikasikan untuk kegiatan yang membutuhkan perekaman dengan durasi panjang seperti wawancara, produksi televisi dll, karena memori kamera hanya mampu merekam dengan durasi yang sangat terbatas yakni antara 5 – 12 menit, kekurangan lainnya yaitu tidak memiliki sistem perekaman audio yang bagus, sehingga harus menggunakan perekam audio tersendiri,
Meski banyak sekali keterbatasannya HDSLR ini menjadi alternatif tersendiri bagi para filmmaker karena m
Awal Produksi TV dan Tugasnya
Seorang yang mendisain sebuah produksi program acara sekaligus bertanggung jawab terhadap teknis eksekusi produksi program tersebut dan bertugas untuk mengintegrasikan unsur-unsur pendukung produksi dalam sebuah produksi program acara televisi dan bertanggung jawab terhadap aspek teknis maupun estetis serta mampu menterjemahkan sebuah gagasan / naskah / rundown sebuah program acara ke dalam pelaksanaan produksi program siaran.
2.PROGRAM DIRECTOR – PENGARAH ACARA
Seorang yang ditunjuk untuk bertanggungjawab secara teknis pelaksanaan produksi satu mata acara siaran, menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Non Drama dalam Produksi Single atau Multi Camera.
Syarat :
• Memahami TYPE OF PROGRAM
• Menguasai MANAJEMEN PRODUKSI
• Mendalami SINEMATOGRAFI
• Mendalami DRAMATURGI
• Mampu menggunakan Peralatan Produksi dan dapat menterjemahkan gagasan kedalam eksekusi sebuah program acara TV (mengabungkan hal teknis & seni)
Apa saja yang perlu dilakukan?
Brain Strorming :
1. Membuat /menentukan detail konsep bersama-sama dengan Producer, Creative
2. Melakukan analisis script/scenario /rundown berdasarkan konsep/ ide yang telah disepakati
3. Menentukan peralatan pendukung teknis meliputi : Kamera, Lighting, Audio dan perangkat teknis lainnya sesuai dengan konsep program
Koordinasi :
Melakukan koordinasi dengan crew pendukung teknis meliputi : Kameraman, Switcherman, Audioman, Lightingman menyangkut konsep acara dan kebutuhan peralatan produksi Me-review kembali kebutuhan teknis produksi dengan Producer dan Creative
Eksekusi :
1. Membuat /menentukan bloking kamera
2. Melakukan supervisi terhadap penataan set panggung, lighting, kamera, audio, switcher, CG etc.
3. Bersama-sama TD memastikan kesiapan perangkat teknis lainnya
4. Memandu jalannya Gladi Bersih bersama FD
5. Berkoordinasi dengan producer dan krabat kerja yang lain
6. Melakukan Briefing bersama seluruh crew pendukung acara mengenai rundown acara SHOOTING PROGRAM ( Live / Taping ) Mengarahkan produksi Program Acara
Evaluasi :
Bersama Produser dan crew pendukung teknis lainnya melakukan evaluasi
Editing :
Mengikuti proses editing program bila Dibutuhkan
BAHASA KOMANDO…
STANDBY
Aba-aba untuk meminta kepada seluruh pendukung acara baik crew maupun talent/presenter untuk bersiap-siap memulai acara/program.
Dapat juga berarti aba-aba untuk kameraman agar jangan merubah komposisi gambar karena akan di ambil .
Contoh : “Studio standby….Crew, Standby….” Atau “… Camera 1 Standby ….Camera 1 Take ….”
COUNTDOWN
Hitungan mundur untuk memberi aba-aba agar program di mulai tepat sesuai waktu yang ditentukan.
Dapat juga berarti memberikan jeda waktu pada proses recording antara satu adegan ke adegan berikutnya, untuk mempermudah pada proses editing
Contoh : “ Standby … 5…4…3…2…2…action !!!...”
CUE / ACTION
Aba-aba untuk artis, talen, presenter atau performer yang lain untuk memulai adegan atau aksinya sesuai dengan script/ naskah.
Dalam produksi program besar yang melibatkan banyak orang, komando dari Director diteruskan kepada Floor Director
Contoh : “… 3…2…1…Cue (talen)…!!” atau “Camera ..!!! ..Action…!!” “
TAKE” / “ON”
Aba-aba untuk kameraman sebagai tanda gambarnya di ambil, biasanya dilakukan untuk produksi program dengan multi kamera.
Contoh : “ Camera 1 Standby… Camera 1 Take” atau “ Camera 1 …On..!!”
Take two, Take Tree…
Isyarat untuk meminta untuk dilakukan pengambilan gambar ulang, karena pengambilan gambar pertama terjadi kesalahan atau hasilnya tidak memuaskan.
ROLLING / PLAY
Aba-aba kepada VTR operator untuk memulai pemutaran video tape, bisa juga berlaku sebagai aba-aba untuk memulai perekaman.
Contoh : “… standby VTR… rolling, VTR….” Atau “ Stndby VTR …rolling record VTR… 3..2..1..”
WIDE SHOOT / Tide Shoot
Perintah kepada kameraman untuk pengambilan sudut gambar lebar atau sempit
Contoh : “… Camera 1 wide….”
CUT
Perintah untuk memotong adegan
BUNGKUS/ CLEAR
Komando sebagai isarat bahwa seluruh kegiatan produksi telah usah. Dapat juga berarti proses pengambilan gambar pada satu scene telah usai atau pengambilan gambar pada satu tempat telah usai, diteruskan ke tempat berikutnya
3.PRODUCTION SWITCHER / SWITCHERMAN
adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pergantian gambar, baik atas permintaan Pengarah Acara atau sesuai dengan shooting script/rundown yang telah disusun sebelumnya. dalam perkembangannya posisi ini sudah dirangkap oleh pengarah acara.
Pada produksi TV akan ditemukan editing dalam 3 bentuk :
• Video switching in real time mempergunakan production switcher ( video mixer)
• Post production videotape editing
• Film editing
Meskipun secara mekanis masing-masing prosesnya berbeda, efek artistiknya bisa jadi hampir sama.Yang perlu diperhatikan pada saat editing adalah :
• Moment yang dipilih untuk diganti dari satu shot ke shot lainnya. (cutting point)
• Bagaimana pergantian shot tersebut (cut,mix,dsb) dan kecepatan transisi.
• Order of shots (sequence) dan durasinya (cutting rhythm).
• Mempertahankan kualitas gambar yang baik dan kesinambungan audio.
• Menggabungkan adegan yang diambil pada waktu dan tempat berbeda, apabila adegan diambil dengan satu kamera.
Untuk sebuah produksi televisi, rundown merupakan panduan yang dijadikan acuan seorang program director atau pengarah acara dalam menjalankan sebuah acara televisi.
Rundown biasanya disusun oleh produser dan didiskusikan dengan tim produksi. Format pembuatan rundown tidak mutlak, sangat tergantung dari karakteristik format acara televisi itu sendiri.
Rundown format berita misalnya agak sedikit berbeda dengan rundown untuk acara berformat non drama (quiz, gameshow, music, variety show,magazine ,dll).
Rundown merupakan susunan isi cerita dari sebuah program acara yang dibatasi oleh durasi (panjangnya item acara), segmentasi dan deskripsi atau bahasa naskah.
Untuk acara berdurasi 30 menit biasanya dibagi menjadi empat segment, namun beberapa acara berdurasi setengah jam ini juga kadang terbagi menjadi 3 segment. Sedangkan acara berdurasi 60 menit biasanya terbagi atas 5 atau 6 segment.
Salah satu fungsi pembuatan segmentasi ini adalah untuk keperluan penempatan commercial break atau iklan. Misalnya, total konten program acara berdurasi 30 menit adalah 24 menit,sisanya yang 6 menit untuk iklan.
Selain kolom “Segment”, hal penting lainnya adalah “Description”. Di kolom ini dijelaskan tentang apa saja isi dari setiap segment. Sedangkan jika ada catatan penting lainnya, bisa dimasukan ke dalam kolom “Note” atau “Remark”
4.FLOOR DIRECTOR / PENGARAH LAPANGAN
Bertugas sebagai penghubung dalam menyampaikan pesan- pesan Pengarah Acara kepada kerabat kerja dan para artis pendukung dalam produksi suatu acara.
5.LIGHTING DIRECTOR / PENATA CAHAYA
bertugas sebagai seseorang yang bertanggung jawab terhadap Keberhasilan penataan cahaya di studio baik secara artistik maupun yang mampu menyentuh perasaan yang sesuai dengan tuntutan naskahnya.
6.AUDIOMAN
Audioman adalah petugas yang mengatur perimbangan suara dari berbagai sumber,antara lain melakukan set up mikrofon, musik / backsound dan lain sebagainya.
Seputar CGI Dalam Cinema
Digital produksi dan pasca produksi
Sampai saat ini, proses pembuatan film yang sebenarnya dari sebuah produksi film selalu menggunakan 35mm atau 70mm kamera film yang menggunakan tabung-tabung seluloid. Kualitas Gambar yang dihasilkan oleh kamera digital dirasakan secara signifikan lebih rendah dari film sementara, rekaman film semakin banyak diproses ke dalam komputer untuk manipulasi pasca produksi, proses produksi itu sendiri tetap berbasis seluloid. Dalam Teorinya, Digital film dimulai pada akhir tahun 1980-an, ketika Sony datang dengan pemasaran konsep ‘sinematografi elektronik’. Inisiatif ini gagal lepas landas dengan profesional dan publik yang serupa, dan pada akhir tahun 1990-an, dengan pengenalan perekam HDCAM dan penggantian nama proses menjadi ‘sinematografi digital’, membuat film menggunakan kamera digital dan peralatan terkait akhirnya mulai mengambil alih.
George Lucas berperan penting dalam melahirkan pergeseran ini, ketika pada tahun 2001-2 dia menembak ‘Attack of the Clones‘ episode Star Wars saga-nya digital, menggunakan Sony HDW-F900 HDCAM camcorder dilengkapi dengan lensa Panavision high-end (fitur Perancis Vidocq (Pitof 2001) sebenarnya adalah tembakan pertama dengan kamera Sony). Kamera ini juga mampu mengambil gambar dalam standar konvensional Amerika 30-frame/detik gambar interlaced, kamera ini juga bisa mengambil gambar 24-frames/detik, standar untuk film kamera, dan juga video progresif, video terdiri dari bingkai lengkap dengan interlaced bidang. High-end kamera menggunakan sensor tunggal yang mempunyai ukuran yang sama seperti film 35mm frame, dan memungkinkan pengambilan kedalaman lapangan yang sama seperti kamera film konvensional. Selain itu, pengambilan gambar dalam format HDTV progresif memberikan ukuran gambar sebesar720 pixel atau bahkan 1080 pixel. Hasilnya adalah ‘filmis’ daripada sebuah ‘televisual’ dilihat dari pengambilan gambar.
Pada pertengahan 1990-an, kamera Sony format DCR-VX1000 MiniDV menjanjikan kualitas gambar yang seperti itu, akan tetapi, masih tidak sebagus film. kamera tersebut cukup baik untuk pembuatan film yang mempunyai dana yang minim untuk memulai pengambilan fitur gambar mereka secara digital dan editing di program desktop yang relatif murah perangkat lunak. Kamera high-end digunakan secara minimal atau kompresinya tidak ada proses untuk mengurangi ukuran file, sedangkan MiniDV sistem biasanya menggunakan tingkat kompresi yang tinggi, mengurangi kualitas gambar untuk kepentingan penyimpanan ukuran.
Karena jangkauan dinamis yang lebih rendah dari kamera digital, pengkoreksian bagian cuplikan yang buruk lebih sulit untuk dilakukan di pasca-produksi. Sebuah solusi parsial untuk masalah ini adalah penambahan video-kompleks membantu teknologi selama proses pengambilan gambar. Mungkin ini ‘hanya’ terdiri dari monitor video high-kinerja yang memungkinkan sinematografer untuk melihat apa yang sedang direkam dan untuk membuat penyesuaian yang diperlukan. Pada yang paling kompleks, namun akan mencakup monitor menampilkan bentuk gelombang yang tepat dan analisis warna sehingga cinematographer dan asistennya dapat membuat penyesuaian menit untuk tiap komponen gambar. Karena ini merupakan solusi teknologi tinggi, tidak mengherankan jika ini memerlukan anggaran produksi yang terbesar.
Sebuah keuntungan lebih lanjut dari penciptaan digital set dan lokasi, terutama di usia meningkatkan serial film, sekuel dan waralaba, adalah bahwa set virtual, sekali dibuat dalam komputer dan disimpan sebagai data, dapat dengan mudah diregenerasi untuk produksi film masa depan , membuat sekuel waralaba menguntungkan dan lebih mudah untuk membentuk dan membuat. Skala ekonomi dalam proses digital itu digunakan untuk mengimbangi spiral biaya produksi film modern. Yang Menarik dari pembalikan tren ini, mungkin, adalah bahwa penggantian tempat virtual lokasi nyata premi peningkatan pada produksi sekarang dikenali mahal yang masih pergi dengan lokasi geografis nyata untuk mengambil gambar rekaman mereka.
Konsekuensi dari meningkatnya penggunaan teknik komputer-pencitraan di pembuatan film adalah bahwa keseimbangan antara produksi (film dari adegan yang akan merupakan narasi dari film jadi) dan pasca-produksi (yang membersihkan-up foto yang diambil selama tahap produksi dan penambahan analog, dan efek sekarang digital untuk gambar-gambar dasar) secara signifikan telah diubah. Dalam pembuatan film kontemporer, periode pasca-produksi sekarang umumnya jauh lebih lama dari masa produksi, dengan sebagian besar apa yang akan merupakan gambar akhir terlihat pada layar menjadi hasil kerja yang dilakukan dalam (pencitraan yang dihasilkan komputer) dan CGI editing suite bukan pada-set atau di-lokasi. Sementara efek CGI, khususnya di film blockbuster terbesar, sangat kompleks, mahal dan waktu, yang terakhir secara konsisten menurun dan jauh lebih menarik bagi pembuat film dari resiko dan biaya sering terjadi di lokasi pemotretan langsung. Aspek lain dari proses pembuatan film modern juga merasakan dampak dari meningkatkan digitasi.
Estetika Digital Cinema
Digital imaging telah berdampak pada derajat yang bervariasi pada cara di mana adegan dalam film dibangun direkam oleh rekaman, secara bolak balik dari urutan gambar dalam adegan tersebut.
Secara historis, hal ini terjadi karena kualitas gambar kasar CGI dini;
Ada beberapa konsekuensi yang signifikan dari kualitas visual yang berbeda. Salah satu adalah bahwa gambar yang berisi sejumlah besar pekerjaan CGI biasanya muncul di layar untuk jangka waktu yang lebih pendek dari gambar ‘dunia nyata’; logika adalah bahwa gambar dari CGI tidak akan ada di layar cukup lama bagi penonton untuk mendaftarkan kepalsuan mereka, dengan demikian mengancam untuk mematahkan suspensi tidak percaya diperlukan untuk penonton untuk percaya dunia film muncul di layar di depan dia. Dan konsekuensi dari ini adalah genre yang disukai ini semacam ‘potongan-melihat’ – seperti, horor, action, genre yang melibatkan bersembunyi dan orang-orang untuk nilai maksimum kejutan – cenderung lebih disukai dibanding genre yang lebih mengandalkan interaksi emosional yang kompleks manusia, di mana lagi ditembak panjang dan kepercayaan mutlak dalam realitas karakter dimitigasi terhadap artifisial menciptakan gambar.
Aktor dan makhluk CGI pertama kali terlihat, sekilas, dalam adegan aksi dalam film seperti The Abyss (Cameron 1989; ketika makhluk air pertama dilihat kru) dan Terminator 2: Judgment Day (Cameron 1991; terutama di adegan pertarungan antara dua terminator), tetapi pada kedua mayoritas gambar yang menunjukkan baik yang nyata aktor dan elemen CGI bersama masih menyimpan dua bagian yang terpisah dari frame, tumpang tindih dengan hanya sesekali. Itu adalah Jurassic Park (Spielberg 1993) yang pertama menunjukkan pembauran dari aktor dan makhluk CGI di penampakan pertama brontosaurus yang oleh Sam Neill dan karakter Laura Dern, ketika dua aktor berjalan di depan dinosaurus dalam kamera bepergian ditembak dimiliki untuk sembilan belas detik, lebih dari cukup waktu untuk meneliti penonton untuk tempat istirahat muslihat dan ilusi. Dampaknya dan impressiveness tembakan berasal dari kedua panjangnya dan gerakan kamera; yang terakhir menjaga aktor dan dinosaurus dalam pendaftaran sempurna seperti trek kiri ke kanan, penuh kemenangan mengumumkan integrasi lengkap dari difoto dan
komputer. Namun, kamera, untuk semua gerakan nya, tetap frontal untuk tindakan.
Dengan perkembangan canggih seperti teknik dan gambar, CGI akhirnya menjadi tidak terlihat, tidak ada lagi pelatardepanan efek spektakuler dimaksudkan untuk mengesankan penonton, namun bagian yang terintegrasi dari
gambar-penciptaan alat di pembuangan pembuat film.
Pembagian Digital : Mainstream, independen dan minoritas pembuatan film
Fokus studi kritis ke dalam penggunaan CGI dan teknologi digital di pembuatan film cenderung menjadi produksi, fitur skala besar mainstream khusus efek-sarat ‘blockbuster’. Namun demikian, dua daerah lainnya dari film produksi yang layak dipertimbangkan dalam hal ini: rendah-anggaran independen dan Dunia Ketiga. Reaksi langsung dengan ide menggunakan CGI dalam produksi film independen mungkin bahwa tampilan, mengkilap buatan CGIS bertentangan dengan estetika realis konvensional yang diasumsikan kerja indie rendah anggaran. Namun independen sektor sekarang begitu besar dan beragam yang membatasi definisi tersebut semakin ketinggalan jaman. Memang, banyak pembuat film independen tertarik dalam menggunakan khususnya tampilan dan estetika visual dari CGI untuk tujuan tertentu, untuk membuat film mereka berdiri keluar dari kerumunan fitur dirilis setiap tahun.
DIGITAL CUlTURES Understanding New Media, Edited by Glen Creeber and Royston Martin
Penggunaan Zoom pada Lensa
Ridley Scott mampu memanfaatkan fasilitas zoom sebagai subyek pendekatan kamera dan terkadang dia sangat suka bermain dengan low angle, hal ini sangat mencolok jika digabungkan zoom yang memiliki efek pembesaran subyek dikombinasikan dengan mendekatnya subyek terhadap kamera yang mampu menimbulkan efek pembesaran di frame. Ada salah satu contoh penggunaan zoom yg sangat bagus yaitu dalam satu adegan di film “Gladiator “ di mana Commodus menuntut kesetiaan dari kakaknya setelah persekongkolan melawan dia digagalkan dan dalam film “ Kingdom of Heaven “ketika Richard III mendekati Balian di akhir film, Teknik zoom yang kuat memang segaja dibuat dan bukan kebetulan untuk mendukung adegan dan situasi yang luar biasa.
Kadang zoom digunakan sangat pelan dan halus sehingga penontonpun tak pernah menyadarinya, ini merupakan spesialisasi James Cameron seperti yang terjadi dalam film Terminator 2 ketika Dyson sedang sekarat dan memegang sebuah benda diatas detonator, kamera men-zoom sangat pelan pada Dyson kemudian zoom berhenti ketika dia menghembuskan napas terakhir dan menjatuhkan benda tersebut diatas detonator sampai meledakkan bangunan Cyberdine Up.
Kesimpulannya zoom memang harus digunakan sesuai kebutuhan jangan pernah menggunakan zoom pada momen yang tidak perlu yang dapat membuat gambar anda tidak semakin bagus
Cara Mendapatkan Kualitas Audio Yang Bagus
Sejauh ini kelemahan teknis terbesar banyak video dan film independen adalah suara. dialog di lokasi yang kadang tidak selalu direkam dengan teknik yang benar dan menghasilkan kualitas audio yang buruk. Lokasi rekaman suara adalah faktor utamanya Berikut ini tips untuk menghasilkan kualitas audio yang bagus :
1.Pilih mikrofon yang tepat
Untuk merekam suara berkualitas tinggi jenis mikrofon harus digunakan: shotgun untuk lokasi outdoor, shotgun sedang untuk indoor, dan non-directional untuk interior sempit.
Semakin terarah akan semakin bagus rekaman suara yang dihasilkan , tetapi yang perlu diingat penggunaan mikrofon directional akan merekam terlalu banyak gema di lokasi interior. Audio-Technica BP4073 Shotgun Microphone yang sangat di rekomendasikan untuk situasi ini yang merupakan mic favorit dari banyak profesional.
2. Tempatkan mikrofon sedekat mungkin dengan mulut aktor
Setelah memilih mikrofon yang tepat, dan mendapatkan lokasi dialog berkualitas tinggi usahakan untuk menempatkan mikrofon sedekat mungkin pada subyek. Dengan cara ini suara aktor akan jauh lebih jelas dan lebih dominan dari kebisingan latar belakang. mikrofon juga harus berada di atas kepala , mengarah ke bawah di mulut aktor. Pilihan terbaik kedua adalah untuk menempatkan mikrofon di bawah tepi bawah frame, dengan mikrofon mengarah ke atas di mulut aktor.
Cara terbaik selanjutnya adalah dengan membuat aktor masuk ke dalam frame dan menginstruksikan operator boom untuk memasukkan mikrofon ke dalam frame, kemudian angkat sampai keluar dari frame sambil mengatur posisi mikrofon di atas kepala actor.
Cara ini sedikit beresiko jika audioman tidak konsentrasi bisa jadi mikrofon akan masuk ke dalam frame,
1.Pilih mikrofon yang tepat
Untuk merekam suara berkualitas tinggi jenis mikrofon harus digunakan: shotgun untuk lokasi outdoor, shotgun sedang untuk indoor, dan non-directional untuk interior sempit.
Semakin terarah akan semakin bagus rekaman suara yang dihasilkan , tetapi yang perlu diingat penggunaan mikrofon directional akan merekam terlalu banyak gema di lokasi interior. Audio-Technica BP4073 Shotgun Microphone yang sangat di rekomendasikan untuk situasi ini yang merupakan mic favorit dari banyak profesional.
2. Tempatkan mikrofon sedekat mungkin dengan mulut aktor
Setelah memilih mikrofon yang tepat, dan mendapatkan lokasi dialog berkualitas tinggi usahakan untuk menempatkan mikrofon sedekat mungkin pada subyek. Dengan cara ini suara aktor akan jauh lebih jelas dan lebih dominan dari kebisingan latar belakang. mikrofon juga harus berada di atas kepala , mengarah ke bawah di mulut aktor. Pilihan terbaik kedua adalah untuk menempatkan mikrofon di bawah tepi bawah frame, dengan mikrofon mengarah ke atas di mulut aktor.
Cara terbaik selanjutnya adalah dengan membuat aktor masuk ke dalam frame dan menginstruksikan operator boom untuk memasukkan mikrofon ke dalam frame, kemudian angkat sampai keluar dari frame sambil mengatur posisi mikrofon di atas kepala actor.
Cara ini sedikit beresiko jika audioman tidak konsentrasi bisa jadi mikrofon akan masuk ke dalam frame,



