Membuat Web Server Pada Windows XP dengan IIS

Jumat, 14 Januari 2011 // by Unknown // // 0 komentar
Internet Information Services atau yang lebih populer disebut IIS adalah sebuah Web Server yang include dengan Windows XP. IIS pada windows XP merupakan pilihan yang tepat untuk menguji Microsoft web application seperti ASP (Active Server Page) dan .Net.

Tetapi dapat juga diintegrasikan dengan Bahasa Web Programing terkenal lainnya seperti PHP.

Bagi pengembang dan yang mau belajar membuat Website, tentu saja sering menggunakan IIS sebagai Web server lokal sebelum mempublikasikannya ke publik. Walaupun banyak aplikasi yang serupa, IIS adalah pilihan utama jika ingin mengembangkan apliasi berbasis web dengan menggunakan bahasa ASP atau .net.

Secara default, IIS belum di instal pada Windows XP. Untuk melakukan installasinya kita hanya membutuhkan cd installer Windows XP.

Bagaimana cara menginstalkannya ?

Untuk melakukan instalasi IIS pada windows XP, cara yang paling mudah adalah :

1. Masukkan CD Installer Windows XP kedalam CD Drive. Kemudian autorun akan menampilkan Tampilan Welcome to Microsoft Windows XP.

iis-addon-windows

2. Lalu pilih Menu “Install optional Windows Components”. Lalu wizardnya akan membimbing kita untuk melakukan instalasi.

3. Pilih Paket komponen “Internet Information Services (IIS), lalu klik tombol Next.

iis-windows-xp

4. Tunggu proses instalasi selesai, lalu klik tombol Finish.

Berikutnya adalah melakukan konfigurasi pada IIS yang sudah terinstall. Silahkan masuk ke Control Panel > Administrative Tools. Klik “Internet Information Services” untuk membuka jendela IIS manager.

iis-admin

5. Pada IIS window akan terlihat nama computer, dan dibawahnya terdapat folder “Web Sites” dan didalamnya ada tulisan “Default Web Site”.

iis-default

6. Untuk menambahkan file kedalam web folder, silahkan buka folder C:\Inetpub\wwwroot (di asumsikan IIS diinstal pada drive C). Buatlah sebuah file dengan nama “index.htm” dan simpan kedalam folder tersebut. (Semua file yang berhubungan dengan web, harus disimpan dalam folder wwwroot).

iis-index-page

7. Kemudian jalankan web browser untuk menguji apakah IIS sudah berjalan. Ketikkan pada addres bar http://localhost. Jika masih belum muncul coba ketikkan dengan menambahkan nama file, http://localhost/index.htm.

iis-sample-page


Membuat Video Bergaya Vintage - Adobe After Effect

Minggu, 02 Januari 2011 // by Unknown // Label: // 0 komentar

ps19

17.Tahap selanjutnya adalah memanggil file movie (saya menggunakan file bernama Real_8mm_Film.mov). Drag kearah timeline, taruh di posisi yang paling atas.

ps20

18.Pada dock “Composition” tampak gambar seperti diatas. Gelap di seluruh pinggiran, efek flicker, dan noise pada bagian tengahnya. Movie inilah yang nantinya akan memberi efek klasik atau vintage.

ps21

19.Arahkan mouse pada dock Timeline. Klik kanan pada objek “Real_8mm_Film.mov”. Pilih “Blending mode | Multiply”.

ps22

20.Hasil akhir akan terlihat seperti gambar di atas. Efek film klasik dan vintage akan di dapat dari karakter video yang memiliki efek suram, flicker, noise, dan hitam kecoklatan.

Prinsip Dasar Design grafis

Senin, 15 November 2010 // by Unknown // Label: // 0 komentar
prinsip desain grafis
Dalam bekerja seorang desainer grafis harus mempertimbangkan berbagai prinsip demi mencapai hasil akhir yang baik. Prinsip-prinsip desain yang akan dijelaskan di bawah ini bukanlah sebuah nilai mati bahwa desain yang paling baik adalah seperti apa yang dikandung dalam prinsip tersebut. Tetapi sekadar anjuran beginilah seharusnya desain yang baik. Karena sesungguhnya tidak ada penilaian bagus atau jelek atas sebuah desain. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan. Hal ini ditegaskan pakar desain grafis, Danton Sihombing dalam majalah Cakram: penilaian karya desain grafis sesungguhnya adalah menguji tingkat kelayakannya, dalam arti tidak ada karya desain grafis yang benar ataupun yang salah.

Prinsip - Prinsip Desain Grafis adalah sebagai berikut:

Kesederhanaan
Banyak pakar desain grafis menyarankan prinsip ini dalam pekerjaan desain. Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

Keseimbangan
Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dengan full color (F/C). Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan, maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang. Konsistensi juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Kita tidak mau konsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

Kesatuan
Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

Penekanan (aksentuasi)
Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Irama (repetisi)
Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.
Rabu, 13 Oktober 2010 // by Unknown // Label: // 0 komentar
Email merupakan sebuah layanan pengiriman surat elektronik yang dikirim melalui internet. Email dikirim dari suatu alamat email yang terdapat pada sebuah mail server kepada alamat email yang lainnya yang terdapat pada mail server yang sama maupun pada mail server yang berbeda.

Email dapat dianalogikan dengan kotak surat yang ada di kantor POS sedangkan server email dapat diibaratkan sebagai kantor POS. Dengan analogi ini sebuah mail server dapat memiliki banyak account email yang ada didalamnya.

Untuk mengirim sebuah email dari alamat email yang satu ke alamat email yang lain digunakan sebauh protocol (aturan) yaitu Simple Mail Transfer Protocol SMTP. Protocol SMTP telah menjadi aturan dasar yang disepakati untuk pengiriman email. Dengan demikian semua software email server pasti mendukung protokol ini. SMTP merupakan protokol yang digunakan untuk megirim email (komunikasi antar mail server), dan tidak digunakan untuk berkomunikasi dengan client. Sedangkan untuk client, digunakan protokol imap imaps pop3 pop3s Supaya sebuah mail server dapat di akses oleh cliet, dikembangkan sebuah aplikasi dimana client dapat mengakses email dari sebuah email server. IMAP adalah sebuah aplikasi pada layer Internet protokol yang memungkinkan client untuk
mengakses email yang ada di server. Selain IMAP ada juga POP3 yang fungsinya sama dengan imap, akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda dalam cara pengaksesan pada server.

Untuk dapat melakukan tugasnya, sebuah mail server harus dapat melayani pengiriman email yang mempergunakan mempergunakan protokol SMTP serta harus mampu melayani client yang ingin mengakses email dengan menyediakan IMAP dan atau POP3.

Adapun langkah - langkah dalam membangun mail server dengan openSUSE 11.1, sbb :

1. Instalasi Postfix
2. Konfigurasi Postfix
3. Instalasi IMAP (Dovecot)
4. Mail Server setting

1. Instalasi Postfix
Postfix dapat diperoleh pada www.postfix.org , langkah pertama adalah mendownload postfix dari situs milik postfix yang berupa source. Apabila anda ingin lebih mudah dalam melakuak instalasi, anda dapat memperoleh binary dari postfix pada situs fendor linux yang anda install, misal Linux Fedora, maka anda dapat memperoleh paketnya pada situs : http://www.redhat.com .

Langkah selanjutnya adalah :

  • melakukan instalasi. Apabila anda sudah memiliki paket Postfix, anda terlebih dahulu harus login ke dalam mesin anda, jangan lupa anda harus menjadi root untuk dapat melakukan instalasi.

    falcon:/home/wnx #

  • Lakukan pengecekan terhadapat postfix anda, apakah sudah terinstall atau belum.

    falcon:/home/wnx # rpm -qa | grep postfix
    postfix-2.5.5-6.7

  • Jika sudah terinstall, maka sekarang kita coba apakah instalasi anda sukses atau tidak. Untuk mengetahuinya kita cek bersama – sama. Pertama kali kita cek apakah port yang digunakan Protocol SMTP untuk mengirimkan email (port 25) dalam keadaan kosong.

    Ketik :
    falcon:/home/wnx # nmap localhost
    Starting Nmap 4.75 ( http://nmap.org ) at 2009-07-02 23:01 EDT
    Interesting ports on localhost (127.0.0.1):
    Not shown: 991 closed ports
    PORT STATE SERVICE
    22/tcp open ssh
    25/tcp open smtp
    80/tcp open http
    110/tcp open pop3
    111/tcp open rpcbind
    143/tcp open imap
    443/tcp open https
    631/tcp open ipp
    3128/tcp open squid-http

    Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.15 seconds

    Perintah yang diketik akan memunculkan status port serta ip mana yang sedang bekerja atau digunakan. Pada gambar diatas, port 25 masih kosong dan belum ada yang memakai, berarti kita dapat dengan aman menggunakan port tersebut.

  • Sekarang anda dapat mengaktifkan Postfix Mail Server anda.

    falcon:/home/wnx # service postfix start done

  • Untuk memastikan Postfix mail server anda telah berjalan, dapat di cek dengan menggunakan nmap. Apabila kita cek menggunakan nmap, maka akan terlukat bahwa port 25 telah terbuka dan digunakan oleh protokol SMTP.

    falcon:/home/wnx # nmap localhost
    Starting Nmap 4.75 ( http://nmap.org ) at 2009-07-02 23:01 EDT
    Interesting ports on localhost (127.0.0.1):
    Not shown: 991 closed ports
    PORT STATE SERVICE
    22/tcp open ssh
    25/tcp open smtp
    80/tcp open http
    110/tcp open pop3
    111/tcp open rpcbind
    143/tcp open imap
    443/tcp open https
    631/tcp open ipp
    3128/tcp open squid-http

    Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.15 seconds

  • Untuk lebih memastikan bahwa Postfix telah berjalan, kita coba telnet pada port SMTP yang terbuka tersebut :

    Jika config anda seperti pada config dibawah, maka config anda telah benar.

    falcon:/home/wnx # telnet localhost 25
    Trying 127.0.0.1...
    Connected to localhost.
    Escape character is '^]'.
    220 falcon.klikaja.com ESMTP Postfix

Lagu Tentang Pembebasan

Kamis, 30 September 2010 // by Unknown // // 0 komentar
NN - Buruh Tani, Mahasiswa, Rakyat Miskin Kota

Buruh Tani, Mahasiswa,Rakyat Miskin Kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa ORBA

Marilah kawan mari kita kabarkan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan

Di bawah kuasa tirani
Kususuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti

Buruh Tani, Mahasiswa,Rakyat Miskin Kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa ORBA

Marilah kawan mari kita kabarkan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan

Di bawah kuasa tirani
Kususuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti

Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti
Bagiku satu langkah pasti

Download Lagunya Tentang Pembebasan

Teknik Pengambilan Gambar

Rabu, 29 September 2010 // by Unknown // // 0 komentar
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:





Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya.





Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.





Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll.





Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.



Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.



Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.



Kamera jenis ini menyimpan data gambar dan suara pada pita magnetik. Secara umum terdapat 2 jenis kamera :

Analog (AV)



Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.

Digital (DV)



Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.



Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :







































1. Baterai untuk catu daya



2. Tempat kaset



3. Tombol Zoom



4. Tombol Recorder



5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)



6. Cincin Fokus



7. Jendela preview (View Fender)



8. Mikrofon



9. Tombol kontrol cahaya



10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).



11. Terminal DC Input.



Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.



Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:



- Bird Eye View



Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.



??High Angle



Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.



-Low Angle



Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.



-Eye Level



Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.



- Frog Eye



Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.



Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:



- Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.



- Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.



- Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru



- Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.



- Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).



- Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.



- Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.



?? Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.



?? Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.



?? Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.



?? One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.



?? Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.



?? Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.



?? Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.



Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:



?? Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.



?? Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.



?? Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.



?? Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.



?? Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.



??? Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.



?? Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.



?? Framing : objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.



Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.



?? Objek bergerak sejajar dengan kamera.



??<>



?? Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.



Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.



?? Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.



?? Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.



?? Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.



?? Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.



?? Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.



??Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.



?? The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.



?? Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.



?? Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.



?? Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.



?? Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.



?? Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.



?? Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.

Jam

Dalam blog Ini