Rabu, 13 Oktober 2010 // by Unknown // Label: // 0 komentar
Email merupakan sebuah layanan pengiriman surat elektronik yang dikirim melalui internet. Email dikirim dari suatu alamat email yang terdapat pada sebuah mail server kepada alamat email yang lainnya yang terdapat pada mail server yang sama maupun pada mail server yang berbeda.

Email dapat dianalogikan dengan kotak surat yang ada di kantor POS sedangkan server email dapat diibaratkan sebagai kantor POS. Dengan analogi ini sebuah mail server dapat memiliki banyak account email yang ada didalamnya.

Untuk mengirim sebuah email dari alamat email yang satu ke alamat email yang lain digunakan sebauh protocol (aturan) yaitu Simple Mail Transfer Protocol SMTP. Protocol SMTP telah menjadi aturan dasar yang disepakati untuk pengiriman email. Dengan demikian semua software email server pasti mendukung protokol ini. SMTP merupakan protokol yang digunakan untuk megirim email (komunikasi antar mail server), dan tidak digunakan untuk berkomunikasi dengan client. Sedangkan untuk client, digunakan protokol imap imaps pop3 pop3s Supaya sebuah mail server dapat di akses oleh cliet, dikembangkan sebuah aplikasi dimana client dapat mengakses email dari sebuah email server. IMAP adalah sebuah aplikasi pada layer Internet protokol yang memungkinkan client untuk
mengakses email yang ada di server. Selain IMAP ada juga POP3 yang fungsinya sama dengan imap, akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda dalam cara pengaksesan pada server.

Untuk dapat melakukan tugasnya, sebuah mail server harus dapat melayani pengiriman email yang mempergunakan mempergunakan protokol SMTP serta harus mampu melayani client yang ingin mengakses email dengan menyediakan IMAP dan atau POP3.

Adapun langkah - langkah dalam membangun mail server dengan openSUSE 11.1, sbb :

1. Instalasi Postfix
2. Konfigurasi Postfix
3. Instalasi IMAP (Dovecot)
4. Mail Server setting

1. Instalasi Postfix
Postfix dapat diperoleh pada www.postfix.org , langkah pertama adalah mendownload postfix dari situs milik postfix yang berupa source. Apabila anda ingin lebih mudah dalam melakuak instalasi, anda dapat memperoleh binary dari postfix pada situs fendor linux yang anda install, misal Linux Fedora, maka anda dapat memperoleh paketnya pada situs : http://www.redhat.com .

Langkah selanjutnya adalah :

  • melakukan instalasi. Apabila anda sudah memiliki paket Postfix, anda terlebih dahulu harus login ke dalam mesin anda, jangan lupa anda harus menjadi root untuk dapat melakukan instalasi.

    falcon:/home/wnx #

  • Lakukan pengecekan terhadapat postfix anda, apakah sudah terinstall atau belum.

    falcon:/home/wnx # rpm -qa | grep postfix
    postfix-2.5.5-6.7

  • Jika sudah terinstall, maka sekarang kita coba apakah instalasi anda sukses atau tidak. Untuk mengetahuinya kita cek bersama – sama. Pertama kali kita cek apakah port yang digunakan Protocol SMTP untuk mengirimkan email (port 25) dalam keadaan kosong.

    Ketik :
    falcon:/home/wnx # nmap localhost
    Starting Nmap 4.75 ( http://nmap.org ) at 2009-07-02 23:01 EDT
    Interesting ports on localhost (127.0.0.1):
    Not shown: 991 closed ports
    PORT STATE SERVICE
    22/tcp open ssh
    25/tcp open smtp
    80/tcp open http
    110/tcp open pop3
    111/tcp open rpcbind
    143/tcp open imap
    443/tcp open https
    631/tcp open ipp
    3128/tcp open squid-http

    Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.15 seconds

    Perintah yang diketik akan memunculkan status port serta ip mana yang sedang bekerja atau digunakan. Pada gambar diatas, port 25 masih kosong dan belum ada yang memakai, berarti kita dapat dengan aman menggunakan port tersebut.

  • Sekarang anda dapat mengaktifkan Postfix Mail Server anda.

    falcon:/home/wnx # service postfix start done

  • Untuk memastikan Postfix mail server anda telah berjalan, dapat di cek dengan menggunakan nmap. Apabila kita cek menggunakan nmap, maka akan terlukat bahwa port 25 telah terbuka dan digunakan oleh protokol SMTP.

    falcon:/home/wnx # nmap localhost
    Starting Nmap 4.75 ( http://nmap.org ) at 2009-07-02 23:01 EDT
    Interesting ports on localhost (127.0.0.1):
    Not shown: 991 closed ports
    PORT STATE SERVICE
    22/tcp open ssh
    25/tcp open smtp
    80/tcp open http
    110/tcp open pop3
    111/tcp open rpcbind
    143/tcp open imap
    443/tcp open https
    631/tcp open ipp
    3128/tcp open squid-http

    Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.15 seconds

  • Untuk lebih memastikan bahwa Postfix telah berjalan, kita coba telnet pada port SMTP yang terbuka tersebut :

    Jika config anda seperti pada config dibawah, maka config anda telah benar.

    falcon:/home/wnx # telnet localhost 25
    Trying 127.0.0.1...
    Connected to localhost.
    Escape character is '^]'.
    220 falcon.klikaja.com ESMTP Postfix

Lagu Tentang Pembebasan

Kamis, 30 September 2010 // by Unknown // // 0 komentar
NN - Buruh Tani, Mahasiswa, Rakyat Miskin Kota

Buruh Tani, Mahasiswa,Rakyat Miskin Kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa ORBA

Marilah kawan mari kita kabarkan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan

Di bawah kuasa tirani
Kususuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti

Buruh Tani, Mahasiswa,Rakyat Miskin Kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa ORBA

Marilah kawan mari kita kabarkan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan

Di bawah kuasa tirani
Kususuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti

Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti
Bagiku satu langkah pasti

Download Lagunya Tentang Pembebasan

Teknik Pengambilan Gambar

Rabu, 29 September 2010 // by Unknown // // 0 komentar
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:





Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya.





Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.





Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll.





Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.



Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.



Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.



Kamera jenis ini menyimpan data gambar dan suara pada pita magnetik. Secara umum terdapat 2 jenis kamera :

Analog (AV)



Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.

Digital (DV)



Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.



Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :







































1. Baterai untuk catu daya



2. Tempat kaset



3. Tombol Zoom



4. Tombol Recorder



5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)



6. Cincin Fokus



7. Jendela preview (View Fender)



8. Mikrofon



9. Tombol kontrol cahaya



10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).



11. Terminal DC Input.



Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.



Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:



- Bird Eye View



Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.



??High Angle



Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.



-Low Angle



Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.



-Eye Level



Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.



- Frog Eye



Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.



Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:



- Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.



- Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.



- Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru



- Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.



- Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).



- Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.



- Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.



?? Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.



?? Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.



?? Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.



?? One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.



?? Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.



?? Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.



?? Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.



Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:



?? Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.



?? Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.



?? Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.



?? Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.



?? Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.



??? Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.



?? Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.



?? Framing : objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.



Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.



?? Objek bergerak sejajar dengan kamera.



??<>



?? Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.



Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.



?? Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.



?? Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.



?? Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.



?? Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.



?? Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.



??Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.



?? The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.



?? Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.



?? Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.



?? Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.



?? Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.



?? Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.



?? Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.

Fungsi Multicore Processor

Sabtu, 28 Agustus 2010 // by Unknown // // 0 komentar
Pendapat tentang procesor

Teknologi procesor sudah memanfaatkan multi core, sebuah chip memiliki 2 core atau lebih sudah banyak dibuat. Memiliki computer dengan 2 inti atau 4 inti, saat ini sudah menjadi hal biasa. Demikian juga harga procesor yang dijual dari tahun ke tahun terus turun. Tahun 2010 produsen procesor seperti Intel dan AMD akan terus memperbanyak jumlah core atau inti procesor pada sebuah procesor. Dari 4 core pada sebuah chip akan meningkat menjadi 6 bahkan 8 core.

Beberapa pendapat mungkin mengatakan hal berbeda seperti dibawah ini :

Ada yang memilih untuk mengunakan single core atau 1 inti procesor dengan alasan

  • Computer hanya digunakan untuk aplikasi ringan seperti browsing internet, aplikasi office
  • 1 inti procesor lebih hemat power.
  • Single core sudah cukup bagi saya saat ini.

Ada juga yang memilih dual core dengan alasan.

  • Procesor dual core lebih intensif untuk aplikasi game.
  • Kecepatan dual core tidak banyak berbeda dengan quad core untuk aplikasi tertentu
  • Mendapat kecepatan procesor dual core yang lebih baik dengan harga yang sama dari quad core.
  • Power lebih hemat dibandingkan quad core.

Yang lainnya memilih quad core dengan alasan lain.

  • Harga tidak berbeda dengan dual core
  • Quad core memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dual core.
  • Pemakaian power tidak banyak berbeda dibanding dual core, walaupun sedikit lebih besar.
  • Kebutuhan quad core karena aplikasi yang digunakan sudah mendukung.

Ketiga pendapat diatas dapat dikatakan benar. Masing masing penguna computer membutuhkan procesor yang berbeda. Apakah hanya untuk browsing dan mengetik surat saja tentunya sudah cukup dipenuhi dengan single core. Sedangkan mereka yang cukup intensif mengunakan computer baik aplikasi game dapat memilih dual core. Sementara mereka yang sangat intensif pada aplikasi yang mengunakan software yang mendukung multi core dapat memilih jenis procesor quad core.

Kapan seseorang membutuhkan procesor dengan core lebih banyak.

Tentunya banyak yang bertanya, kapan dibutuhkan procesor dengan multi core. Lepas dari teknologi procesor yang ada, semua kemampuan procesor tidak lepas dari teknologi software. Karena software atau disebut perangkat lunak inilah yang menentukan apakah aplikasi dapat berjalan dengan banyak core dari sebuah procesor atau tidak.

Tidak semua aplikasi bisa memanfaatkan kemamapuan dari multi core dalam jumlah besar. Artikel kali ini akan dicoba kemampuan 2 procesor dengan 2 inti dan 4 inti. Test akan dilakukan dengan Core 2 Duo E8500 3.16 Ghz dan dibandingkan dengan Core 2 Quad Q8200 2.33Ghz. Kedua procesor tersebut memiliki harga yang sama tetapi berbeda teknologi seperti Cache dan jumlah core yang berbeda

Test untuk kecepatan dengan dual dan quad core procesor

Test 3 aplikasi multimedia.



Untuk melihat kemampuan dari dual core dan quad core. Pada test dibawah ini dilakukan pengujian atas kemampuan masing masing procesor dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Ada 2 jenis procesor yang digunakan yaitu :

Core 2 Duo E8500, memiliki kecepatan 3.16Ghz dengan 9.5 X 333Mhz FSB, dan L2 6MB.

Core 2 Quad Q8200, memiliki kecepatan 2.33Ghz dengan 7 X 333Mhz FSB, dan L2 4MB. Untuk mendekati hasil test Core 2 Duo E8500, kecepatan Q8200 akan ditingkatkan dengan overclock, mengunakan FSB 433Mhz, sehingga procesor bekerja pada kecepatan 3.03Ghz.

Perangkat yang digunakan pada test :

Hardware test
MOTHERBOARD

Gigabyte GA-X48T-DQ6

VGA

PowerColor HD 4850

MEMORY

Kingston HyperX KHX14400D3K2/2G PC3-1800

SOUNDCARD

External SteelSound 5H USB power

POWER

Corsair VX 450

Cooler

Zalman CNPS 9700

Pengujian aplikasi digunakan 3 software multimedia :

  • Sony Vegas digunakan dengan beban dari beberapa efek film video dan dikonversi ke format MPG (DVD)
  • WinAVI untuk mengkonversi file DivX ke DVD
  • DivX 7.0 untuk mengkonversi file ke format DivX.

Sony Vegas video editing software.


Sony Vegas sangat tergantung dengan kebutuhan procesor. Kecepatan procesor yang lambat dari Q8200 2.33Ghz mampu bekerja lebih cepat menyelesaikan pengolahan gambar dibandingkan E8500. Sony Vegas sangat memanfaatkan kemampuan procesor dengan multi core. Semakin besar jumlah core procesor dan semakin cepat kinerja procesor. Pengolahan dari proses editing dan rendering gambar juga semakin cepat selesai

DivX 7, konversi video ke format DivX


Software video compresing dengan format DivX tidak terlalu optimal memanfaatkan kemampuan procesor dengan multi core. Kecepatan menyelesaikan konversi gambar. Dengan memacu Q8200 mendekati kecepatan E8500 pada kecepatan 3Ghz, kedua procesor terlihat memiliki hasil yang sama

WinAVI, konversi DivX ke DVD


Software WinAVI digunakan untuk konversi dari file DivX ke DVD. Kemampuan software WinAVi belum memiliki fitur untuk mengunakan procesor multi core, dan hanya mengoptimalkan kinerja single core saja. Kecepatan E8500 sangat menguntungkan bagi software WinAVI. Karena clock speed E8500 lebih tinggi serta cache memory lebih besar dibandingkan Q8200. Semakin cepat kinerja atau clock speed dari procesor akan memberikan manfaat lebih besar bagi software WinAVI.

Utilitas Processor

Dibawah ini adalah hasil catatan ketika aplikasi bekerja dari 3 software multimedia yang berbeda.

Sony Vegas sudah memanfaatkan penuh teknologi multi core. Ketika aplikasi bekerja, semua procesor akan bekerja penuh 100%. Software video editing dari Sony Vegas memang memerlukan kecepatan proses semua core dari procesor untuk mengolah efek pada gambar selama proses rendering film.

Sementara 2 software lain dari DivX dan WinAVI lebih mengandalkan dual core. DivX lebih besar memanfaatkan utilitas procesor tetapi tidak mencapai 100%. Pada dual core pemakaian kemampuan procesor hanya mencapai 84%, sedangkan pada Quad Core malah turun hampir separuh dengan 60%.

WinAVI terlihat hanya mengandalkan single core saja. Dengan E8500 dual core, pemakaian utilitas procesor hanya separuh atau 54%, sedangkan dengan Q8200 menurun seperempat atau 28% saja.

Berapa core yang dibutuhkan

Berapa core yang dibutuhkan untuk sebuah computer. Pertanyaan tersebut akan mudah dijawab. Apa jenis aplikasi yang digunakan, akan menentukan kebutuhan procesor dengan fitur multi core yang ada. Seberapapun besarnya core yang ada didalam sebuah procesor, mungkin tidak akan berguna bila aplikasi yang ada digunakan ternyata tidak mendukung.

Mengatakan single core yang terbaik, tentu bukan sebuah jawaban. Bila procesor untuk notebook saja sudah sulit menemukan jenis procesor dengan single core, apa lagi procesor untuk computer desktop. Teknologi single core dari sebuah procesor bukan saatnya lagi dibicarakan.

Procesor dengan dual core. Sepertinya masih layak digunakan. Karena aplikasi software yang ada saat masih tetap didukung oleh procesor dual core. Jika memilih procesor dengan dual core, cukup melihat apa jenis aplikasi yang akan digunakan. Bila untuk gaming dengan procesor rendah biaya dan tidak terlalu intensif mengunakan aplikasi multimedia atau aplikasi besar lainnya. Dual core bisa dijadikan pilihan. Dengan anggaran yang sama, penguna computer dapat memilih kecepatan dual core procesor yang lebih tinggi dengan cache memory lebih besar dibandingkan procesor quad core pada harga yang sama.

Procesor dengan quad core. Bila pemakaian aplikasi sudah mendukung penuh dengan multi core. Tidak lain harus mengunakan procesor quad core. Beberapa software terbaru memang mampu memanfaatkan seluruh kemampuan core procesor sehingga proses lebih cepat dan mempersingkat waktu pengerjaan. Dengan procesor 4 inti atau quad core, akan menghemat waktu dibandingkan computer dengan dual core.

Tantangan dimasa mendatang dengan multi core procesor, besar kemungkinan berubah. Penerapan aplikasi yang mendukung multi core dari procesor sudah pasti lebih menguntungkan. Adanya rumor bahwa game pada tahun 2009 juga akan mendukung multi core sehingga teknologi AI dari sebuah game akan semakin pintar dan lebih nyata. Mungkin sudah saatnya penguna computer untuk beralih ke quad core.

Pendapat mengunakan dual core masih layak digunakan, saat ini dapat dikatakan masih mencukupi. Tetapi penguna computer tidak dapat menolak datangnya quad core dengan harga semakin murah. Apa yang menjadi pilihan, tentu penguna computer sendiri yang harus memilih.


Melindungi processor sebelum overheating

// by Unknown // // 0 komentar

Kebanyakan produsen motherboard umumnya sudah melengkapi proteksi untuk CPU dan system motherboard. Perlengkapan ini disebut Hardware monitoring. Pengendalian dari system monitoring dilakukan oleh sebuah chip yang mengontrol seluruh sistem motherboard seperti kecepatan fan, panas/ temperature processor, voltage dan sebagainya. Salah satu option adalah untuk memonitoring suhu processor ini sebenarnya memberikan maanfaat yang sangat berarti bagi processor. Manfaatnya adalah memberikan Warning secara dini terhadap temperature yang melebihi dari standard yang diijinkan. Tetapi pemakai pemula terkadang lupa mengaktifkan option ini dan bila suatu hari processor terjadi overheating, maka barulah menyadari manfaat option tersebut

Untuk memprediksikan kemungkinan dari terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Fan untuk pendingin CPU macet, rusak.
  2. Fan menurun speednya dibawah 20% dari kecepatan standard sebelum benar benar rusak.
  3. Kecepatan fan yang menurun perlahan-lahan dan mencapai 50% dibawah standard sebelumnya.
  4. Terjadinya pergeseran heatsink dengan plate pendingin CPU dan Heatsink tidak menempel sempurna ke processor
  5. Melakukan over voltage tetapi system pendingin (fan) tidak mendukung

Kemungkinan ke 5, Perlakuan ini memang sengaja dilakukan , tetapi tidak memperkirakan dampak bagi processor. Umumnya peningkatan Vcore dengan overclock adalah untuk meningkatkan kecepatan processor diatas standard. Meningkatkan Vcore untuk processor membantu membuat processor bekerja lebih stabil. Tetapi dengan meningkatkan Voltage untuk processor juga akan meningkatkan temperature processor dan panas yang berlebihan dapat terjadi. Dalam waktu dekat processor memang tidak akan rusak, tetapi untuk jangka panjang sebaiknya memperbaiki sistem pendingin untuk processor.

Kemungkinan ke 4 memang jarang terjadi dan hanya mereka yang suka membuka pasang heatsink kemungkinan hal ini bisa terjadi pergeseran heatsink. Temperature akan meningkat drastis dan menyebabkan computer cepat hang dalam beberapa saat. Tetapi yang membahayakan adalah heatsink yang tidak sepenuhnya terlepas dan sulit sekali terditeksi sebelum CPU terjadi overheating dan akhirnya rusak.

Kemungkinan ke 3 , umumnya amat sering karena kualitas fan yang asal-asalan dibeli dan tidak memeriksa terlebih dahulu. Kebanyakan hal ini dilakukan oleh penjual processor type OEM atau disebut Tray. Processor jenis ini umumnya mengunakan heatsink dan fan yang tidak standard, dan untuk menekan biaya penjualan mereka mengunakan fan yang murah. Memang dalam waktu dekat tidak akan terlihat masalah pada temperature , tetapi bila computer digunakan berjam-jam akan terlihat temperature meningkat walaupun tidak melebihi batas maksimum.

Kemungkinan ke 2, masalah ini muncul dari masalah ke 3, karena temperature yang terus meningkat dari hari ke hari, panas yang dikeluarkan dari heatsink akan membuat fan menjadi rusak. Fan yang dibuat dari plastik dan motor elektrik memiliki batas toleransi terhadap panas. Dan bila mencapai 50 deg.C lama kelamaan coil akan melemah. Dapat juga terjadi karena debu yang tersedot kedalam fan dan membuat fan menjadi berat, sehingga coil motor bekerja ekstra yang akhirnya melemah kemampuannya dan menurunkan speedn sebelum fan menjadi rusak

Kemungkinan ke 1. ada 2 penyebab dari kerusakan fan. dari point 2 dan 3 yang membuat fan benar-benar rusak dan membuat processor overheating. Fan tersebut mendadak rusak tetapi tidak diketahui kapan terjadi. Penyebab lain adalah dari umur fan itu sendiri, motor elektrik memiliki batas usia pemakaian sebelum motor tersebut rusak. Dan masalah ini terkadang sulit sekali diduga, karena memang membutuhkan waktu lama. Fan yang berkualitas memang memiliki umur panjang. Permasalahannya adalah kita tidak mengehui fan mana yang memang benar benar aman digunakan.

Ada beberapa cara pencegahan walaupun hal ini terlalu berlebihan, tetapi mengapa tidak dicoba :

  • Memakai heatsink diatas standard, yaitu dengan menganti Heatsink yang ukurannya lebih besar. Bila suatu hari fan processor rusak, minimal dengan heatsink besar masih dapat mempertahankan temperature processor di tengah batas toleransi. Ketika fan rusak, maka heatsink besar akan menyebarkan panas keseluruhan casing dan panas tersebut akan mudah diketahui dari luar dengan memegang casing yang memiliki udara panas tidak normal keluar dari casing dan fan power supply..
  • Membuat fan cadangan pada processor. Dengan double fan, maka processor akan bekerja lebih baik dan temperature dari processor dapat ditekan seminimal mungkin.
  • Memberikan setting pada BIOS untuk menditeksi temperature yang melebihi standard. Aktifkan temperature warning dari BIOS dan set serendah mungkin. Untuk processor umumnya beroperasi baik pada maksimal temperature 45 deg. C maksimal. Dan processor akan terjadi mulfunction pada temperature 50-90 Deg. C. Temperature processor secara umum bekerja antara 28 - 45 Deg. C tergantung jenis dan teknologi yang digunakan. Seperti Pentium III coopermine akan bekerja pada panas normal untuk processor antara 35-40 deg.C dengan maksimal 60 deg. C. Dengan mengaktifkan "Warning Temperature" pada BIOS, maka bila overheating, system hardware monitoring akan memberikan peringatan suara melalui speaker computer. Setting "Temperature Warning" juga dapat disetting pada Software dari pembuat motherboard.

Setting CPU warning "Disable"

Setting CPU warning "Enable"

Seng Damel

Selasa, 24 Agustus 2010 // by Unknown // // 0 komentar


Jam

Dalam blog Ini